logo

ugm-logo

Health and Disaster Risk

Health and Disaster Risk

healthSelamat bertemu kembali pembaca website bencana. Minggu ini kita bersemangat karena akan menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia.

Pembaca, pada pengantar minggu lalu kita telah menyimak buku pengalaman Jepang dalam menghadapi megadisaster gempa bumi tahun 2011. Selain itu, kita telah menyimak policy brief dari partner for resilience untuk kerangka pengurangan resiko bencana setelah 2015. Pembaca sekalian masih dapat menyimak pengantar minggu lalu pada halaman website ini.

Minggu ini, kita mendapatkan data lengkap mengenai data kecelakaan lalu lintas mudik tahun 2014. Angka kecelakaan mencapai 3000 lebih dengan dominasi kecelakaan dari sepeda motor. Jumlah kecelakaan ini menurun dibanding tahun sebelumnya. Selengkapnya silakanklik-disini

Pembaca, berikut ini adalah analisis dan rekomendari dari United Nation pada Third World Conference on Disaster Risk Reduction (WCDRR) mengenai risiko bencana di sektor kesehatan. Catatan rekomendasi sebanyak tujuh halaman ini ditujukan untuk penyusunan kerangka pengurangan risiko bencana pasca Hyogo Framework berakhir. Selengkapnya silakan klik-disini

Policy Brief minggu ini berasal dari kelompok kerja terbuka untuk Sustainable Development Goals (SDGs) untuk memberikan gambaran-gambaran kasus bencana yang terjadi selama ini dan merekomendasikannya untuk masuk dalam agenda SDG’s mendatang. Selengkapnya silakan klik-disini

Pembaca website bencana, dalam penanggulangan bencana kita memang membutuhkan partisipasi dari semua sektor, seperti yang dilakukan oleh komunitas IT berikut ini. Silakan simak berita lengkapnya, klik-disini

Learning from Megadisaster

mega-disasterPembaca, menjelang dan selepas lebaran merupakan arus mudik yang rawan terjadi kecelakaan di jalan raya. Minggu ini, telah dilaporkan lebih dari 2000 kecelakaan terjadi diberbagai kawasan di Indonesia dengan korban jiwa mencapai lebih dari 400 jiwa. Kejadian ini memang belum bisa dikatakan bencana tetapi menuntut perhatian kita untuk dapat melakukan perjalanan yang aman. Berikut ini The National Preparedness Community memberikan tips perjalanan yang aman jika tiba-tiba terjadi bencana. Silakan klik-disini

Pembaca, minggu lalu kita telah menyimak buku atlas kerugian dan dampak bencana pada kemanusiaan dan ekonomi. Buku ini harapannya dapat menjadi dasar pertimbangan pentingnya melakukan perencaan penanggulangan bencana bagi setiap daerah. Minggu ini, kembali kita menyimak sebuah buku yang dapat digunakan sebagai masukan dalam penyusunan rencana penanggulangan bencana.

Buku ini berisikan pelajaran dan pengalaman Jepang dalam menghadapi megadisaster tahun 2011 lalu berjudul learning from Megadisaster: Lessons from the Great East Japan Earthquake. Manajemen risiko bencana dilihat dari 7 aspek , yaitu strukrural, non struktural, respon gawat darurat, perencanaan rekonstruksi, bahaya dan risiko informasi serta pembuatan kebijakan, risiko ekonomi dampak bencana, dan pemulihan. Selengkapnyaklik-disini

Hyogo Framework for Action (HFA) akan berakhir di 2014 ini. Bagaimana proses dan pelajaran yang diberikan framework dalam kesepakatan ini menjadi masukan untuk menyusun rencana pengurangan risiko bencana ke depannya. Melalui Partner for Resilience maka disusunlah Policy Brief dengan judul Policy Brief for Post 2015 Framework for Disaster Risk Reduction: Key Messages on Building Resilient Communities. Selengkapnya klik-disini

Pembaca juga dapat menyimak hasil Preparatory Committee dari The Third UN World Conferenceon on Disaster Risk Reduction, 14-15 July 2014. Selengkapnya dapat disimak klik-disini. Pertemuan dan diskusi akan terus dilakukan hingga Maret 2015 mendatang di Jepang untuk menyambut UN World Conference on Disaster Risk Reduction, 14-18 March 2015, Sendai, Japan.