logo

ugm-logo

Press Release ASM

Seminar Pengembangan Kesiapsiagaan Daerah dalam Penanggulangan Bencana atau Regional Disaster Plan (RDP) danSafety Awareness pada Relawan Bencana

asm-14

Yogyakarta, Jumat (14/03/14) telah berlangsung seminar mengenai Kesiapsiagaan Daerah dalam Penanggulangan Bencana dan safety awareness untuk relawan bencana. Seminar ini diselenggarakan oleh Pokja Bencana FK UGM bekerjasama dengan Pusat Kebijakan Manajemen Kesehatan (PKMK) UGM dalam rangkaian Annual Scientific Meeting Fakultas Kedokteran UGM setiap tahunnya.

Kejadian bencana yang semakin meningkat di hampir seluruh wilayah Indonesia sepertinya belum mendapat perhatian serius pemerintah daerah. Pemerintah masih terfokus pada fase tanggap darurat dalam penanggulangan bencana sehingga perencanaan dan kesiapsiagaan daerah sering terabaikan. Kejadian bencana yang meningkat harusnya menjadi alarm buat birokrasi kabupaten/kota dan masyarakatnya untuk menaikkan status kewaspadaan pada level lebih tinggi. Kabupaten/kota seharusnya sudah memiliki standar-standar penyelamatan yang memadai sebagai kesiapan menjamin keselamatan penduduknya. Terlebih bagi wilayah indonesia yang berada dalam negara rawan bencana yang dikenal sebagai cincin api (ring of fire). Sayangnya belum banyak kabupaten/kota yang memiliki perencanaan kesiagaan bencana.

Hal inilah yang melatarbelakangi pengangkatan tema mengenai pengembangan kesiapsiagaan daerah dalam penanggulangan bencana. Seminar ini menghadirkan pembicara dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, PMI, PKMK FK UGM, serta Organisasi Kemanusiaan seperti Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan YAKKUM Emergency Unit (YEU). Peserta seminar hadir dari berbagai instansi seperti BPBD, Rumah Sakit, Dinas Kesehatan, Pemerintah Daerah, dan Mahasiswa Magister Bencana. Seminar dibagi menjadi dua sesi, sesi pertama membahas mengenai peran nasional, daerah, dan pembelajaran bencana selama ini dalam pengembangan kesiapsiagaan daerah dalam penanggulangan bencana. Sesi kedua membahas mengenai keamanan dan manajemen relawan bencana.

Seminar ini menghasilkan banyak catatan untuk kajian lebih lanjut mengenai pengembangan kesiapsiagaan penanggulangan bencana di daerah dan manajemen relawan ke depannya. Catatan tersebut antara lain mengenai kajian istilah “regional” dalam Regional Disaster Plan begitu juga dengan kejelasan difinisi bencana. Seluruh dokumentasi, reportase, dan materi seminar dapat disimak pada website bencana kesehatan www.bencana-kesehatan.net.